Cantik itu Banyak Followers

Everyone has beauty,  not everyone sees it (Confusius)

Lesti, penyanyi dangdut yang imut itu sempat  dinobatkan sebagai perempuan tercantik kelima dunia. Anda kaget? Saya juga demikian. Lesti yang berwajah asli Indonesia itu, hidung tak semancung bintang Bollywood, bulu mata yang tidak cetar membahana seperti punya Syahrini, Body juga tidak semampai seperti Aishwarya Ray……Apa yang membuat dia dinobatkan sebagai perempuan tercantik kelima sedunia. Lesti mampu menggeser Lisa Blackpink

Kontroversipun terjadi. Di satu sisi Lesti mendapatkan banyak pujian dan dukungan di sisi lain Lesti juga menerima banyak hujatan. Akun Twitter Top Beauty World yang menempatkan Lesti di atas artis papan atas belakangan diketahui sebagai akun tidak resmi  dan tak jelas siapa pembuatnya. TC Candler sebuah akun resmi yang sering merilis daftar artis dunia melaporkan Top Beauty Word membajak akunnya. 27 esember 2020 dirislah pengumuman resmi 100 perempuan tercantik sedunia dan tidak ada nama Lesti di sana. Artis Indonesia yang masuk 100 besar justru Maudy Ayunda., artis muda berbakat dan cerdas yang menempati urutan 85.

Standar kecantikan

Apa sebenarnya kriteria cantik sedunia yang dipakai TC Candler ini? Kriteria perempuan tercantik ini ditentukana oleh akun di media sosial yang  mereka miliki dengan indicator sangat beragam, di antaranya 8 juta impresi di media sosial, 1,2 Milyar like/share/pesan,  3,5 juta followers di medsos, 150 ribu artikel yang membahas di seluruh dunia, satu juta lebih hasil pencarian di Google.

 Indikator ini kecantikan ini berbeda dari indicator kecantikan sebelumnya yang berorientasi ke tubuh. Tidak ada kriteria wajah atau tubuh seksi. Semua indikator disandarkan pada interaksi perempuan di media sosial. Standar ketercapaian interaksi para perempuan di media sosial ini menunjukkan eksisitensi mereka dalam dunia maya. Sejauh mana kehadirannya mampu mempengaruhi persepsi netizen di dunia maya.

Setiap masyarakat, Negara dan daerah memang memiliki standar kecantikan sendiri pada awalnya Namun Standar kecantikan lalu dikendalikan oleh Kapitalisme  yang mengusung produk kecantikan. Meski saat ini juga masih berlaku dan diamini oleh mayoritas perempuan di beragam belahan dunia. Bahwa cantik adalah standar perempuan barat yang berkulit putih, berpostur tinggi, berhidung mancung dsb. Standar ini diusung oleh media massa dan iklan produk kecantikan.

Kehadiran internet of Thing menggeser  dominasi kapitalisme ke arah ekonomi kreatif, dominasi media massa ke media sosial  kemudian ikut menggeser  standar-standar apapun termasuk kecantikan. Orang tidak lagi terlakecantikan bukan lagi ajang memamerkan wajah dan tubuh, namun bergeser pada bagamina perempuan ini membranding diri dalam media sosial, menciptakan komunitas dalam akun-akun pribadi mereka. Jadi Kalau mau cantik harus punya follower banyak, ribuan like/share dan comment ya..lihat saja Lesti atau Maudy Ayunda, berapa follower IG dan tweeternya?

Gresik, 13 Januari 2021

Ida.R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: