Kuliner, Bukan Sekedar Makan

Pernahkah Anda melewati hari-hari tanpa kuliner? Pasti tidak. Kuliner saat ini bukan lagi soal urusan dapur, mengolah makanan untuk keluarga dan disajikan di atas meja. Kuliner telah melampaui makna dasarnya sebagai kegiatan yang berhubungan dengan memasak. Definisi kuliner telah berkembang tidak sebatas proses memasak namun ia adalah seni. Seni persiapan memasak, seni mengolah dan seni menyajikan adalah hal khusus dalam kuliner.

15 Makanan yang Lagi Hits di Tahun 2020, Udah Nyobain?

Kuliner awalnya merupakan satu kegiatan mengolah makanan. Istilah kuliner ini mulai melejit saat pak Bondan membawakan acara Kuliner di Sebuah TV swasta dengan slogan khasnya “Mak Nyus”. Lalu bermunculan acara-acara TV lainnya yang senada. Kuliner semakin booming saat media sosial ramai-ramai mengunggahnya.

Media sosial pun mengusung kuliner dengan beragam versi. Memasak bukan lagi hal sulit. Ribuan resep tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Memasak bukan lagi urusan perempuan karena siapapun dapat mempraktikkan resep yang diunduh dari Youtube, web, instagram ataupun platform lainnya. Situs khusus yang menyediakan reseppun banyak bertebaran, tinggal ketik judul resep muncullah resep yang dicari. Setiap orang bisa menjadi chef dadakan ataupun chef professional jika secara konsisten menekuninya. Ibu rumah tangga yang awalnya rasa masakannya tanggung mendadak pandai memasak. Ibu rumah tangga yang hobi memasak mendadak menjadi kaya dari iklan yang mengunjungi resep masakannya. Suami yang biasa enggan memasak, kini turut mencoba berbagai resep kekinian yang mereka lihat di media sosial. Dunia kuliner menjadi riuh dan penuh warna.

Berwisata tidak lagi melulu soal jalan-jalan menikmati obyek wisata berupa alam, bangunan, tempat belanja fashion dan souvenir. Kuliner telah menjadi hal takterpisah dari wisata. Wisata kuliner itulah sebutan yang lagi ngetrend saat ini. Orang rela menempuh jarak jauh bukan hanya untuk menikmati pemandangan namun untuk memburu makanan yang sedang dicari dan dibicarakan banyak orang—baca viral. Kreasi dan inovasi menjadi kata kunci dalam pengembangan kuliner sampai pada tahap makanan disukai dan dicari. Pecinta makanan dengan rela mengeluarkan uang untuk membeli makanan baru, inovatif, unik, cita rasa beda dan ektrem. Penyedia kuliner juga berlomba-lomba menyajikan resep terbaru, terunik, terinovasi demi merebut minat pembeli. Makanan tradisional dimodifikasi menjadi makanan baru. Makanan biasa diberi sentuhan seni rasa sehingga orang jatuh cinta. Perpaduan antara tradisional dan modern juga dilakukan untuk menemukan cita rasa. Rasa ekstrem dibubuhkan agar pembeli merasa penasaran. Nama-nama nyeleneh dan aneh disandangkan untuk menggoda rasa. Muncullah Ropang (roti panggang), ayam geprek, mie setan, Korean garlic Chesse bread, donut Milk shake, Bakso beranak dan sebagainya.

Saking maraknya wisata kuliner ini menginspirasi Kemenpar menyusun panduan pengembangan Wisata Kuliner tahun 2019. Grand desain wisata kuliner disusun dalam buku ini untuk memberikan panduan bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan usahanya. Kuliner telah menjadi kunci tumbuhnya ekonomi baru melalui UKM-UKM makanan, paket wisata kuliner, perhotelan dan tentu saja pengusaha makanan. Media sosial juga menyambutnya dengan berbagai layanan layanan kuliner yang sangat memudahkan konsumen.  Setiap daerah saat ini juga saling berlomba menyuguhkan kuliner khasnya, lalu membrandingnya agar dikenal secara luas.

Kuliner tidak hanya menjadi satu kebutuhan dalam memenuhi rasa lapar, namun dia telah menjadi gaya hidup. Kuliner menjadi bagian takterpisah dari kehidupan manusia milenial. Kuliner telah menjadi standar baru dalam strata sosial masyarakat. Belum lengkap hidup sesorang jika belum mencicipi kuliner yang sedang  tranding topic saat ini. Kuliner bukan lagi soal makanan sebagai pelepas rasa lapar. Dia telah menjadi sebuah komoditi yang mampu menggugah hasrat membeli dan menggerakkan perekonomian  negeri.

#ODOPday4

Gresik, 4 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: