Menjaring Asa; Hidup Damai dan Harmoni di 2021

Asa adalah mimpi yang ingin diwujudkan oleh siapapun. Setiap manusia selalu menumpuk harapan di awal tahun. Siapapun itu. Meski deretan asa itu hanya diukir dalam angan atau dalam hati oleh orang yang tak terbiasa dengan coretan di kertas. Seringkali orang menuliskannya rapi sebagai urutan cita-cita, deretan resolusi dan  daftar keinginan yang diraih di masa depan. Intinya semua penuh harap di masa depan.

Awal tahun merupakan saat yang tepat bagi setiap orang untuk menuliskan harapan, mimpi, dan capaian yang ingin diraih selama satu tahun ke depan. Perlukah harapan itu ditulis? Yah…asa yang ditulis memudahkan kita memeriksa kembali apa yang ingin dicapai, usaha apa yang harus dilakukan dan kemungkinan kendala yang akan dihadapi agar dapat meminimalisir kegagalan.

Tahun 2020 lalu mungkin banyak orang yang telah menyusun harapannya dalam berbagai bidang; kehidupan pribadi, ekonomi, pendidikan atau relasi sosial. Namun tahun 2020 memberikan ujian berat bagi hampir seuruh penduduk bumi, tidak hanya dalam kehidupan pribadi namun  juga secara global semua harapan yang telah dibangun banyak mengalami kegagalan. Bukan karena faktor manusia yang tidak bisa berkarya mewujudkan harapan, namun pandemic covid 19 telah memangkas semua rencana   dan harapan sebagian besar manusia. Semua terdampak. Semua mengeluh tidak bisa melakukan aktivitas secara bebas. Sebagian bersedih karena anggota keluarga dan kolega telah terenggut oleh virus corona. Sebagian kehilangan sumber ekonomi. Sebagian mengalami berbagai derita. Tahun 2020 terasa begitu menyesakkan.

Pandemic covid-19 telah membolak-balikkan pola hidup dan relasi manusia. Sebagai mahluk sosial secara alamiah kita tidak bisa hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain. Pandemic membuat kita membatasi diri berhubungan dengan orang lain. kehidupan sosial kita dibatasi dengan rasa was-was terinfeksi virus covid-19. Kita terbiasa saling berjabat tangan dan peluk erat saat saling bertemu namun merasa khawatir tertular teman atau kerabat yang kita temui.

Awal 2021 menjadi satu titik balik di mana kita harus memikirkan ulang semua yang akan kita lakukan, tidak hanya bagi diri kita sendiri namun untuk lingkungan, untuk msyarakat, untuk negeri dan untuk dunia. Betapa hidup kita selama ini berfokus pada diri sendiri, semua untuk diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana orang lain, bagaimana lingkungan, apakah berkontribusi untuk kedamaian atau justru untuk kerusakan? Ah..mungkin terlalu ideal berpikir sampai ke level dunia. Namun keberadaan kita sebagai individu juga memberikan kontribusi bagi terjadinya perubahan dan terciptanya sebuah harapan.

Terlalu banyak kerusakan, terlalu banyak keonaran yang sudah ditorehkan oleh manusia, hingga puncak pandemic ini telah memporak porandakan sebagian besar harapan.

Tahun 2021 akan menjadi gerbang asa dan sekaligus menjadi doa bahwa pandemic covid 19 segera berakhir. Berharap sebagai individu dapat menundukkan semua kesombongan dengan berpikir dan bertindak arif dalam menjalani kehidupan. Sendiri manusia tak akan berarti. Isolasi telah mengajarkan kita bahwa betapa keluarga, teman dan kolega menjadi sangat penting. Maka hidup berdampingan, saling menjaga dan membantu antar sesama manusia dengan tak pandang ras, agama, status sosial akan membuat kita hidup menjadi lebih bermakna.

Bangkit bersama menjadi harapan terbesar di tahun 2021. Berharap ekonomi setiap keluarga pulih seperti sedia kala. Berharap semua sehat dengan pola hidup sehat baru tanpa ada dibayangi lagi virus covid 19 yang menyebalkan. Berharap lingkungan terjaga tanpa ada eksploitasi akibat keserakahan manusia. Berharap setiap keluarga hidup harmonis dan seimbang karena telah belajar pentingnya kebersamaan selama pandemi. Berharap setiap orang tua menjaga perhatian mereka pada anak-anaknya karena terbiasa menemani mereka belajar selama pandemi. Berharap setiap suami lebih menghargai istri karena telah terbiasa menemani istri sepanjang hari dengan tumpukan pekerjaan rumah. Berharap setiap orang lebih perhatian terhadap lingkungan sekitarnya sehingga tercipta keharmonisan hidup bertetangga.

Pandemic telah mengajarkan banyak hal untuk kita agar menata hidup lebih baik, lebih harmonis dan lebih tanggap dengan setiap tantangan dan perubahan.

Gresik, 1 Januari 2021  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: