Pada Awalnya

Saya tahu menulis penting, namun seringkali waktu memenjara ide menjadi tulisan. namun tak ada kata terlambat untuk memulai menulis kata demi kata untuk menjejakkkan ide dalam tulisan.

Saya terhenyak mendengar statemen Mbak Khima Anis, penulis novel Hati Suhita “Sepintar apapun seseorang kalau dia tidak menulis maka tak akan dikenal dalam sejarah, pikirannya tak akan bosa dibaca. Sebenarnya jargon yang sama sudah jauh hari saya dengar dan yakini sat masih kuliah dan berkecimpung dalam dunia pers mahasiswa; “Menulislah maka kau akan menggenggam dunia”. Semakin hari rasanya semakin tenggelam dalam semua urusan yang tak ada habisnya. Menulis jugasaya lakukan karena tuntutan profesi sebagai seorang pengajar yang dituntut tiap semester harus memiliki sebuah tulisan dalam jurnal.

Menulis adalah soal kecintaan, mencintai apapun dnegan menuliskannya, soal fadhol; soal anugrah dn kepercayaan yang diberikan oleh Allah untuk menyampaikan sesuatu dengan kekutan tulisan. Cinta tumbuh dari dalam diri kita, akan terus bertumbuh jika terus disirami dan dipupuk. Fadhol adalah kekuatan dari Allah yang dipercayakan pada seorang penulis, jika terus dipelihara dan dikembangkan akan berkembang dan semakin matang.

Gresik, 20 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: